Showing posts with label Finance. Show all posts
Showing posts with label Finance. Show all posts

Mandiri danai KRI Clurit Rp 65,97 miliar



BATAM - PT Bank Mandiri Tbk membiayai pembangunan kapal perang jenis kapal cepat berpeluru kendali  buatan Indonesia kepada  PT Palindo Marine Industry senilai Rp65,97 miliar.

Kredit tersebut digunakan untuk membuat dua unit kapal cepat rudal tipe 40 yang akan memperkuat armada TNI Angkatan Laut.Satu unit kapal cepat rudal KRI Clurit dengan nomor lambung 641 telah selesai dibangun dan diresmikan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro di Dermaga Batu Ampar, Batam hari ini.

Peresmian tersebut disaksikan oleh Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Soeparno, dan Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini.

Direktur Commercial & Business Banking Bank Mandiri Sunarso mengatakan proyek pembangunan kapal ini menggunakan skema kredit modal kerja bertempo satu tahun. "Kami membiayai Palindo sebagai kontraktornya. Untuk proyek semacam ini kami bisa penuhi 65%  kredit, sisanya merupakan modal," tuturnya, siang ini.

Dia menambahkan hingga saat ini, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan untuk alutsista mencapai Rp388,78 miliar yang digunakan untuk pengembangan sistem persenjataan, radar dan lainnya.

Sejak 2007, Bank Mandiri telah berkomitmen untuk mendukung pembiayaan alutsista, tetapi menunggu ketentuan prinsip di regulasi perbankan. Pembiayaan alutsista bersifat peminjaman dalam negeri sehingga memiliki sifat yang berbeda dengan kredit lainnya.

Pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI sebelumnya menggunakan skema kredit ekspor. Skema ini kemudian diubah menjadi pinjaman dalam negeri menggunakan mata uang rupiah murni. Tujuannya, untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan dalam pembiayaan pengadaan.

Kapal Cepat Rudal (KCR) KRI Clurit – 641 dibangun oleh PT Palindo Marine Industry, Tanjunguncang. Kapal yang memiliki panjang 44 meter ini mampu melaju hingga kecepatan 30 knot yang sepenuhnya dikerjakan putra-putri Indonesia. Sebagian besar material kapal perang tersebut pun di produksi di dalam negeri.

Peluncuran kapal KCR-40 berbahan baja-alumunium ini ikut menandai sejarah baru industri perkapalan di Indonesia. KRI Clurit dilengkapi sistem persenjataan modern (sewaco/sensor weapon control), diantaranya meriam kaliber 30mm enam laras sebagai sistem pertempuran jarak dekat (CIWS) dan peluru kendali 2 set Rudal C-705.

Bagian lambung KCR 40 terbuat dari baja khusus yang bernama High Tensile Steel. Baja ini diperoleh dari PT Krakatau Steel Tbk. Kapal dengan sistem pendorong fixed propellerlima daun itu juga dilengkapi dua unit senapan mesin kaliber 20mm di anjungan kapal.(mmh)


www.bisnis.com
Read More...

Pangsa Pasar iPad Mulai Menurun



JAKARTA - Pangsa pasar global komputer (PC) tablet besutan Apple yaitu iPad tergerus menjadi 75% sepanjang 2010 di segmen PC tablet, turun dibandingkan dengan kuartal III/2010 sebesar 95%.
Penurunan pangsa pasar iPad terjadi setelah Samsung mengeluarkan PC tablet pada awal Oktober tahun lalu seperti dikutip dari situs berita CNN.

Group Head Marketing PT Indosat Tbk Teguh Prasetya mengatakan pelanggan operator itu yang menggunakan perangkat Galaxy Tab lebih banyak dibandingkan dengan iPad. Padahal, Galaxy Tab baru diluncurkan pada kuartal terakhir tahun lalu.

“Lebih banyak pelanggan [Indosat] yang menggunakan Galaxy Tab [dibandingkan dengan iPad],” ujarnya kepada Bisnis, hari ini. Teguh enggan menyebutkan jumlah pelanggan yang menggunakan 2 PC tablet tersebut dengan alasan sering dikomplain pihak vendor, jika mengeluarkan data tersebut.

Pihak Samsung menyatakan Samsung Galaxy Tab akan terjual dalam jumlah yang besar, kendati harus terkendala dengan isu beberapa konsumen yang mengembalikan perangkat tersebut karena terdapat kerusakan, sehingga mengkhawatirkan vendor itu.

Penurunan pangsa pasar iPad sejak masuknya Galaxy Tab ke pasar telah membuat khawatir pihak Apple, karena device tersebut telah menjadi pesaingnya. (gak)

www.bisnis.com
Read More...

Sulit Terbendung, China Juga 'Susupkan' Barang ke RI lewat Malaysia



Jakarta - Serbuan barang China ke Indonesia sulit terbendung saat ini. Ternyata barang-barang China tak hanya masuk dari negara tirai bambu tersebut, melainkan juga dari Australia dan Malaysia.

Demikian disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edy Putra Irawady dalam acara Polemik bertajuk 'Banjir Produk China Makin Gila' yang diadakan di rumah makan di kawasan Ckini, Jakarta, Sabtu (23/4/2011).

"Sekarang (produk) China tidak harus masuk dari China, masuknya ada dari Australia ada dari Malaysia," ujar Edy.

Karena itu, lanjut Edy, Indonesia harusnya dilindungi dari barang-barang yang datang dari luar secara ilegal. Jangan sampai banyak produk dari China yang datang dari negara kedua membanjiri pasar Indonesia.

"Jadi kita kuatkan pertahanan dari semuanya, negara ini kita perkuat pertahanannya," ujar Edy.

Dikatakan Edy, pemerintah siap untuk menjaga agar barang-barang selundupan atau ilegal dari China tak membanjiri pasar lokal. Namun bukan hanya barang dari China saja, barang-barang ilegal dari negara lain juga bakal dihadang.

"Salah satu menangkal barang yang ilegal bukan hanya dengan China, artinya itu harus dilindungi," kata Edy.

Edy menjelaskan, akan melakukan seleksi untuk importir yang mau memasukan barang dari luar ke Indonesia. Apabila masih terjadi kebocoran di pelabuhan, pemerintah akan melakukan sweeping kepada barang-barang ilegal tersebut.

"Pelaku impornya diseleksi, kalau masih bocor di pelabuhan kita punya paspor sweeping. Kita harus menggelar sweeping," tukasnya.


(dnl/dnl)

www.detikfinance.com 
Read More...